Dalam kehidupan kita tidak pernah terlepas dari komunikasi dan informasi, oleh karena itu Radio GALA FM yang berlabelkan Radio Pendidikan Anak dan Keluarga rindu berbagi bersama melalui media elektronik ini sehingga banyak pembaca yang mendapatkan pemulihan dan kekuatan. Mari berbagi bersama kami, karena di dalam Tuhan, jerih payah kita tidak akan sia-sia. (I Korintus 15:58) Tuhan Yesus memberkati.
Friday, 26 April 2013
KISAH SEEKOR BURUNG PIPIT
Monday, 22 April 2013
CARUT MARUT UN : HARUS DICARI AKAR PERMASALAHANNYA
JAKARTA, Jaringnews.com - Carut marutnya Ujian Nasional yang digelar tahun ini sangat memilukan dan memalukan. Seharusnya hal ini tidak boleh terjadi.
"Mendengar carut marutnya UN, saya terkejut," ujar Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Itet Tridjajatu Sumarijanto, dalam diskusi Polemik bertajuk "UN: UJIAN (Setengah) NASIONAL", di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (20/4).
Menurutnya, carut marutnya UN tersebut sangat menghancurkan citra bangsa, khususnya dalam dunia pendidikan. "Masa, hanya gara-gara percetakan saja nggak bisa mengelola, apalagi yang lain, apalagi tata kelola negara ini," pungkas Itet.
Sunday, 21 April 2013
SELAMAT HARI KARTINI (21 APRIL)
Raden Ajeng Kartini lahir pada 21 April tahun 1879 di kota Jepara, Jawa Tengah. Ia anak salah seorang bangsawan yang masih sangat taat pada adat istiadat. Setelah lulus dari Sekolah Dasar ia tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh orangtuanya. Ia dipingit sambil menunggu waktu untuk dinikahkan. Kartini kecil sangat sedih dengan hal tersebut, ia ingin menentang tapi tak berani karena takut dianggap anak durhaka. Untuk menghilangkan kesedihannya, ia mengumpulkan buku-buku pelajaran dan buku ilmu pengetahuan lainnya yang kemudian dibacanya di taman rumah dengan ditemani Simbok (pembantunya).
Akhirnya membaca menjadi kegemarannya, tiada hari tanpa membaca. Semua buku, termasuk surat kabar dibacanya. Kalau ada kesulitan dalam memahami buku-buku dan surat kabar yang dibacanya, ia selalu menanyakan kepada Bapaknya. Melalui buku inilah, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir wanita Eropa (Belanda, yang waktu itu masih menjajah Indonesia). Timbul keinginannya untuk memajukan wanita Indonesia. Wanita tidak hanya didapur tetapi juga harus mempunyai ilmu. Ia memulai dengan mengumpulkan teman-teman wanitanya untuk diajarkan tulis menulis dan ilmu pengetahuan lainnya. Ditengah kesibukannya ia tidak berhenti membaca dan juga menulis surat dengan teman-temannya yang berada di negeri Belanda. Tak berapa lama ia menulis surat pada Mr.J.H Abendanon. Ia memohon diberikan beasiswa untuk belajar di negeri Belanda.
Akhirnya membaca menjadi kegemarannya, tiada hari tanpa membaca. Semua buku, termasuk surat kabar dibacanya. Kalau ada kesulitan dalam memahami buku-buku dan surat kabar yang dibacanya, ia selalu menanyakan kepada Bapaknya. Melalui buku inilah, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir wanita Eropa (Belanda, yang waktu itu masih menjajah Indonesia). Timbul keinginannya untuk memajukan wanita Indonesia. Wanita tidak hanya didapur tetapi juga harus mempunyai ilmu. Ia memulai dengan mengumpulkan teman-teman wanitanya untuk diajarkan tulis menulis dan ilmu pengetahuan lainnya. Ditengah kesibukannya ia tidak berhenti membaca dan juga menulis surat dengan teman-temannya yang berada di negeri Belanda. Tak berapa lama ia menulis surat pada Mr.J.H Abendanon. Ia memohon diberikan beasiswa untuk belajar di negeri Belanda.Monday, 15 April 2013
THE STORY OF A BAG LADY
Pada suatu hari, hiduplah seorang wanita yang sangat miskin, ia selalu mengumpulkan tas kardus yang berserakan dan terbuang di sampah kota, untuk dijualnya sebagai penghidupan sehari-harinya.
Ia dijuluki orang-orang sebagai “Bag Lady”. Pada suatu hari, Bag Lady takjub dengan sebuah pakaian yang terpampang di display sebuah toko yang sederhana dengan harga yang cukup terjangkau.
Saat Bag Lady hendak masuk ke toko, ia langsung diusir oleh sang pelayan toko. “Pergi kau wanita miskin bau! Kau hanya membuat toko ini kotor dan bau saja!”, kata si pelayan toko.
Bag Lady pun hanya bisa memberikan senyum yang rusak, dan kemudian pergi lagi.
Subscribe to:
Posts (Atom)
