
Lalu, bagaimana saya bisa percaya kepada Isa Almasih sebagai Tuhan dan Juru Selamat? Walaupun saya bangga dengan apa yang saya yakini dahulu, tetapi kalau bicara tentang hari penghakiman, itu hal yang paling menakutkan bagi saya karena saya tidak tahu pasti kalau saya mati apakah mendapat rahmat Allah (masuk surga) atau laknat Allah (masuk neraka). Saya menyadari bahwa saya hanyalah manusia biasa yang tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa.
Dari Sukabumi, saya hijrah ke Bandung untuk belajar keterampilan. Di Kota Kembang ini, saya tinggal di pondokan atau kos. Teman-teman saya kebanyakan orang Kristen dan kebiasaan saya yang dahulu tidak pernah berubah. Menjebak dan mendebat orang Kristen masih sering saya lakukan, dan saya tetap benci pada orang Kristen.